Tuesday, September 15, 2009

Suka Duka Dalam Kehidupan


(Nasihat untuk anaku Noor Aqilah)
1. Andaikata cinta itu sebuah pengorbanan, mengapa pengorbanan itu bukan nokhtah sebuah cinta? Andaikata derita itu harga sebuah cinta, mengapa cinta itu semakin sukar dimiliki
2. Cinta yang disemadikan tidak mungkin layu selagi adanya imbas kembali. Hati yang remuk kembali kukuh selagi ketenangan di kecapi. Jiwa yang pasrah bertukar haluan selagi esok masih ada. Parut yang lama pastikan sembuh selagi iman terselit di dada.
3. Percayalah....Cinta yang datang umpama pelangi ceria dengan 7 warna memukau saat bayu berlagu riang, tika itulah cintanya hadir. Apabila mata terlihat seseorang yang bakal mewarnai hidupnya.
4. Cinta bukan paksaan. Ia lahir dari dua perasaan, kehadirannya tidak diundang, perginya tiada yang merelakan kerana ia terlalu sukar untuk dimengertikan.
5. Persahabatan biasanya berakhir dengan percintaan tetapi percintaan tidak pernah berakhir dengan persahabatan.
6. Cinta bukan mengajar kita lemah tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar menghinakan diri tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat tetapi membangkitkan semangat.
7. Kadangkala kita menyedari betapa dalamnya kita menyintai seseorang, disaat kita sedang kehilangannya. Dan kadangkala kita juga menyedari betapa perlunya cinta seseorang terhadap kita, disaat kita amat memerlukannya.
Apa jua pun, maka Cinta kepada Allah yang maha esa adalah sebenarnya Cinta Yang Agung.

Wednesday, September 9, 2009

Keikhlasan

• Keikhlasan adalah ubat penyakit rindu. Ikhlas kepada Allah bermakna selalu berusaha berada di pintu ibadah dan memohon kesembuhan daripada Allah. Jika kita ikhlas kepada Allah, Allah akan menolong kita daripada penyakit kerinduan melalui cara tidak pernah terdetik di hati.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Sungguh jika hati telah berasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, nescaya ia tidak akan menjumpai hal lain yang lebih manis, indah, nikmat dan baik daripada Allah.
• Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu dicintainya, melainkan selepas memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya.

Monday, September 7, 2009

Mendisiplinkan Anak

1. Ibubapa bertanggung jawab dalam membimbing anak-anak. Bagaimana cara anda membimbingnya, jangan terlalu mengkritik, menyalahkan atau mencari-cari kesalahan. Hal yang sedemikian akan menimbulkan rasa percaya dirinya sehingga membuatnya merasa marah dan sedih. Tetapi jika sebaliknya berusahalah agar selalu menunjukkan rasa sayang anda walaupun anda sedang menghukumnya.

2. Pastikan mereka tahu bahwa walaupun dia telah berbuat kesalahan, anda akan tetap selalu mencintainya.

3. Disiplin sangat diperlukan oleh kita, termasuk anak kita agar mereka berada dengan perilaku yang baik, berdisiplin dan berdikari. Tetapkan aturan-aturan di rumah yang dapat membantu anak memahami erti disiplin, diantaranya peraturan menonton TV setelah menyelesaikan kerja (homework) sekolah dan waktu tidur yang mencukupi.

4. Jika mereka tidak mematuhi aturan berilah hukuman. Perlu juga diingat bahwa hukuman yang diberikan harusnya bersifat membina dan memberi kesedaran akan kesalahan yang pernah dilakukan. Insyaalah

Monday, August 24, 2009

Keampunan dengan doa

Renungan untuk Keluarga (kesayangan ku);

i. Doa perlu didahului dengan memohon ampun kepada Allah. Tidak mungkin doa seseorang itu diterima, di kala dirinya masih dengan dosa yang mengundang kebencian dan kemurkaan Allah.

2. Memohon ampun dan bertaubat adalah ibadah yang besar untuk membuktikan pengabdiannya kepada Allah.

3. Solat mengandungi pelbagai unsur doa, kerana solat itu sendiri bermakna doa.


".........Ya Tuhan kami janganlah engkau hukum kami jika kami lupa. atau kami tersalah. Ya Tuhan' kami jangahlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami.Engkau penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. " (Maksud surah Al-Baqarah ayat 286.)
Wallahu a'lam

Sunday, August 23, 2009

Ujian Allah ke atas makhlukNya

Untuk renungan anak ku Noor Aqilah (yang ku sayang);

1. Kita(sebagai makhluk Allah) tidak ada seorang pun terlepas daripada diuji. Hanya bentuk ujian yang berbeza. Firman Allah bermaksud: "(Balasan) yang demikian itu kerana sesungguhnya Allah tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dikurniakan-Nya kepada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada dalam diri mereka sendiri. Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Surah al-Anfal, ayat 53);

2. Sehubungan itu, kita perlu melakukan muhasabah diri dengan tulus ikhlas. Apakah kita sudah menunaikan segala tanggungjawab terhadap Allah, rasul, ibu bapa, anak-anak, saudara mara, jiran tetangga, masyarakat, negara, saudara seagama seluruhnya.

3. Jika kita bersabar Insya-Allah ganjarannya sangat besar. Paling utama daripada segala-galanya adalah doa. Sesungguhnya hati manusia adalah milik Allah. Hanya Dia yang berkuasa mengubahnya.

YA ALLAH!
AKU TIDAK LAYAK UNTUK SYURGAMU...
TETAPI AKU JUA TIDAK PULA SANGGUP MENANGGUNG SEKSA NERAKAMU...
OLEH ITU KURNIAKANLAH KEAMPUNAN KEPADAKU...
AMPUNKANLAH DOSAKU... YA ALLAH.....
SESUNGGUHNYA ENGKAULAH YANG MAHA PENGAMPUN LAGI PENYAYANG!
ALLAHHU AKBAR

Ketenangan

Untuk Noor Aqilah (anak kesayanganku)....

1. Anakku, Allah telah memberikan segala-galanya kepada kita. Apakah ia mendapatkan ketenangan melalui doa? Apakah manusia akan tenang walaupun dia tidak akan pernah merasa kelaparan? Apakah harta bendanya membuatnya tenang? Apakah kekuasaan akan membuatnya tenang? Kenapa manusia tidak tenang? Kenapa memiliki semua hal ini tetap tidak dapat membuat manusia tenang?

2. Permata hatiku yang menyinari mataku, Kita tidak dapat mencapai ketenangan melalui semua hal tersebut. Kita harus memikirkan apa yang akan membuat kita tenang. Apakah permata dari ketenangan? Apa yang memberikan kita ketenangan? Jika kita memikirkannya dan mengerti, lalu kita akan menemukan kebahagiaan didalam hidup kita. Kita tidak dapat menemukannya melalui emas atau dunia atau wanita atau anak, melalui kekuasaan, melalui politik, melalui pesawat, melalui lautan, melalui matahari atau bulan. Kita tidak akan pernah mendapatkan ketenangan melalui hal tersebut.

3. Apalah kami orang tua memiliki ketenangan? Apakah orang yang telah berkeluarga memiliki ketenangan? Apakah orang yang mempunyai taman-taman yang indah memiliki ketenangan? Apakah orang yang mempunyai kolam renang memiliki ketenangan? Tidak,

4. Kita tidak akan pernah menemukan ketenangan melalui hal tersebut. Ketika kita telah membangun sifat ini didalam diri kita, kita akan tenang dan tenteram. Selain itu, kita tidak akan pernah tenang. Anakku yang aku sayangi. Kita harus memikirkan hal ini. Untuk menemukan kebebasan bagi jiwa kita, pertama kita harus mengetahui apa yang membuat kita tenang. Lalu kita akan mencapai tahap Kasih Sayang Allah, Syurga, dan Dunia. Kita dapat menjadi wakil (khalifa)Nya, hidup dengan penuh kebebasan, tanpa kelahiran atau kematian. Tidak ada apapun yang dapat membuat kita tenang.

5. Anakku yang aku sayangi. Ini cukup untuk saat ini. Mari kita merenungkannya. Jika kita dapat mengerti hal ini, ini akan lebih dari cukup untuk keabadian dan bertaqwa. Semoga Ia memberikan kita Kasih Sayang untuk ketenangan didalam diri kita. Amin.

Friday, August 21, 2009

Berpuasa

Panduan dan ingatan untuk Noor Aqilah dan anak-anak ku yang dikasihi;

Orang yang makan atau minum kerana terlupa di siang hari dalam bulan Ramadhan, dalam keadaan berpuasa, tidaklah batal puasanya, dan harus meneruskan puasanya tanpa adanya sangsi apapun. Dalam suatu hadits disebutkan sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللهُ وَسَقَاهُ. [رواه الجماعة].

Ertinya: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa lupa sedang ia berpuasa, lalu makan dan minum, maka sempurnakanlah puasanya, karena sesungguhnya Allahlah yang memberi makan dan minum itu kepadanya.” [HR. Al-Jama‘ah].
___________________________________
http://www.muhammadiyah.or.id/index.

Sunday, August 9, 2009

Mendidik Anak


a. Cara yang paling sesuai adalah melalui pemantauan dari masa kesemasa dan sentiasa memberikan input yang baik-baik terhadap mereka sewaktu dari masih kecil lagi. Ibubapa perlu berusaha menunjukan teladan yang baik dan sempurna. Dalam situasi seperti ini, anak-anak tetap akan menghargai orang tuanya.

b. Meluangkan waktu setiap harinya untuk berbincang dan bercerita dengan anak dalam suasana yang penuh dengan kemesraan dan kegembiraan. Berbincang mengenai pemahaman tentang moral. Selain itu, waktu bercerita juga dapat kita manfaatkan untuk memahami dalam pengalaman hidup sehari-hari.

c. Kita juga perlu memberi nasihat kepada mereka bilamana ia menunjukkan penyesalan di atas kesilapan yang dilakukan. Sebaliknya, perilaku terpuji anak juga perlu diberikan pujian. Dengan bertindak demikian, mengingat besarnya peranan lingkungan terhadap pembentukan moral anak, kita tidak boleh lupa mendoakan anak-anak kita. Setiap ibubapa perlu memohon hikmat dari Allah untuk bukan saja dapat mendidik anaknya, tetapi kita memohon Allah agar memberi petunjuk serta kesejahteraan hidup dengan amalan baik dan suci dari melakukan perkara yang munkar.